ANDAI AKU SEORANG TERORIS

Indonesiaku kembali berduka, disana ada satu pihak yang tersenyum puas, puas tengan kekonyolan dan kebodohannya, aku tertawa membayangkannya, MEMALUKAN.

Lebih lucu lagi ada yang menganggap kejadian ini adalah bencana. haaa, semudah itukah menkategorikan aksi teror yang tidak manusiawi seperti ini sebagai bencana, bencana buatan manusia begitukah?

Adanya pembenaran

Saya sangat menyayangkan dengan adanya kepercayaan model teror seperti ini dianggap sebagai jihad, cara instan masuk surga, sangat egois sekali, seandainya dogma dari para gembong teror itu ‘dianggap’ benar, Bijaksanakah kita memastikan mereka masuk surga disaat saudara-saudaranya menjadi merasa tidak aman, merasa kehilangan, meregang nyawa, dia telah membunuh, dan yang paling konyol bunuh diri, mereka selalu berjuang menebarkan semangat permusuhan, mereka sembunyi khas pengecut sejati dengan sangat bangga, fuh…jadi pecundang paling sejati, bersembunyi dibalik gembong yang kharismatik, terlihat pandai sembunyi dan sangat inspiratif, seorang teladan yang seandainya direnungkan akan sangat memalukan telah mempercayainya, teladan yang mengelu-elukan sebuah nama yang mereka anggap Guru besar ‘Osama Bin Laden’, seorang pemimpin terorisme yang ilmuan Islam termasyurpun tidak membenarkannya. Jadi lebih mempercayai manakah? 

LIHAT VIDEO ULAMA SENIOR SAUDI dimana beliau selalu diambil Ilmunya oleh Ustadz-Ustadz diseluruh Dunia. Dan buku-bukunya udah diterbitkan di seluruh dunia. Dia Bilang kalau Osama Bin Laden itu SETAN!
http://www.youtube.com/watch?v=Kc3_y8q6BSM&feature=relatedTidak satupun ULAMA DUNIA yang mensupport Bin Laden, tapi 3 pelaku Pengeboman di Bali yang mengidolakan dia.
Baca dan Dengar Fatwa ini :

ULAMA AHLI HADITS yang menghafal lebih dari 10.000 Hadits pada abad ini, yaitu Syaikh Muhammad Nasirudin Alabani mengatakan bahwa BOM BUNUH DIRI dimana saja : Palestina, Iraq, Bali, Jakarta, Saudia dan lain sebagainya adalah di larang dalam ISLAM! dan pelakunya dihukumi sebagai MATI BUNUH DIRI saja. Dan Bunuh diri bukanlah JIHAD.

Naluri simpati terhadap terorisme

Perasaan ini sangat terasa pada saat hari eksekusi 3 tersangka pemboman Bali, Amrozy, Muklas, dan Imam Samudra, dia tampak sangat pintar, sangat memahami agama Islam, yang telah disumpali doktrin-doktrin dari gembongnya, membuat orang-orang yang melihat akhir hayatnya yang mengenaskan naluri ilmiahnya bersimpati, dan beberapa diantaranya membenarkan sikapnya sebagai teror, kita tentu tetap mengirimkan doa yang baik agar mereka masuk surga, tetapi jangan terbawa suasana, logika anda hurus berjalan yakni tidak untuk membenarkan aksi teror brutalnya.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Akan muncul satu generasi yang membaca Al Quran namun tidak memahaminya. Setiap kali berlalu satu kurun pasti tertumpas.” Ibnu Umar berkata, “Saya mendengar beliau mengulangi kalimat: ‘Setiap kali berlalu satu kurun pasti tertumpas’ sampai lebih dari dua puluh kali. Kemudin beliau bersabda, ‘Hingga muncullah Dajjal dalam barisan mereka’.” (Shohih, riwayat Ibnu Majah)

Kelompok ini dalam Islam kemudian lebih dikenal dengan istilah Khowarij. Bisa saja mereka bisa saja mengatakan, “Kami bukan Khowarij.” Namun perlu diketahui bahwa perubahan nama tidak merubah hakekat dan wajah asli.
(diambil dari forum Indonesia Unite)

Saya tidak tahu, untuk apa saya menulis ini

Terus kenapa saya harus menulisnya?
Saya hanya prihatin ternyata masih ada juga yang menganggap teroris itu berjihad.
Makin banyak yang mempercayainya, semakin yakin pula teroris itu berada di pihak yang benar.
Saya tidak mungkin bisa merubah prinsip teroris teroris itu bahwa mereka itu salah karena mereka bebal.
Tapi percayalah sikap simpatik beberapa orang yang bersimpatik (pada saat 3 teroris dieksekusi) akan membuat beberapa orang terispirasi untuk menjadi teroris juga, ingin menjadi pahlawan kesiangan yang memalukan.
Saya percaya dan yakin Islam mengajarkan mengedepankan perdamaian, bahkan pada posisi siap perang sekalipun

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 8:61)

Apalagi merusak tatanan perdamaian seperti ini, benarkah dia? Waallahu Alam.

Logika saya yang membuat saya tidak dapat membenarkan terorisme

1. Mereka egois, ingin masuk surga dengan merusak perdamaian, menghilangkan nyawa.
2. Dia bunuh diri, saya berprinsip tidak akan sekalipun mendekati hal yang mengarah bunuh diri, dimata saya bunuh diri itu neraka, bahkan saya belum tahu bunuh diri macam apakah yang justru membuat orang masuk surga.
3. Aktifitas mereka tanpa restu orang tua, saya adalah orang yang mengedepankan restu, biarpun kadang ada beberapa yang nekad tanpa restu, tetapi saya pasti berpamitan, herannya pada teroris itu adalah orang-orang yang lost control dari orang tuanya bahkan bertahun-tahun, bahkan orang tuanya tidak paham jadi apa anaknya sekarang, sebuah latar belakang yang berantakan, jauh dari kesan seorang tauladan.
4. Menebar kebencian, mereka bukan orang yang berlapang dada, mereka adalah orang yang berkepribadian ganda, kadang dia sangat ramah dan baik di satu pihak, tetapi mereka berubah bengis terhadap pihak lain, sama sekali bukan karakter yang dicontohkan nabi besar kita Muhammad SAW.

Dan mungkin hanya itu, saya tidak ingin terlalu mencari-cari kesalahannya, tetapi saya yakin teroris itu salah, saya hanya tidak ingin kita terbawa suasana sehingga kita justru bersimpatik kepada teroris, saya merasa perlu menulis ini karena saya masih punya semangat juang bahwa saya tidak rela negara saya diserang, bahkan diserang kelompok yang mengaku saudara saya, mereka (teroris itu) selalu menganggap kita TIDAK MENGERTI, tetapi jikalah saya bisa bertanya saya hanya akan menanyakan DIMANAKAH SURGA WAHAI ORANG YANG MENGAKU SAUDARAKU? Dan jika mereka menjawab ADA DI TELAPAK KAKI IBU, saya akan menertawakannya.

Dan SEANDAINYA SAYA ADALAH SEORANG TERORIS, saya merasa sangat malu sekali kepada makhluk hidup apapun di dunia ini, terhadap Umat lain dan terlebih saudara se-Islam yang tersakiti.

Written by Arsip

13 Comments

mursid

Aku seneng tenan tulisan iki.. selain sama pendapat… juga tulisanmu maknyus..

orang radikal islam yang ngakunya sok jihad jadi terorisme, katanya memerangi amerika, lha kok sing di bom indonesia…turut prihatin dengan para pelaku agamis yang dangkal memahami doktrin…

Andy MSE

jujur, saya nggak berandai-andai sama sekali untuk jadi seorang teroris… soalnya lebih gampang ketangkep daripada maling motor… hehehe

tiyoe

Iya, sepertinya mas-masnya teroris itu sekarang sudah enggak cuman memerangi Amerika, tetapi juga negara kita, Aneh…

sunflo

jgn berandai jadi teroris deh… setuju banget sama tulisannya, lg cari ilham buat curhat ttg yg kayak ginian, thx 4 sharing

sunflo

oya… aq link sebagian tulisan ini di blogku ya… makasih sebelumnya (izinnya telat..)

[Tiyoe] Yup silakan, dah tak baca tuh… :)

wibisono

wah,, seandainya aku densus 88.. Pasti akan kutangkap dikau,,, hehe…
Salam kenal pak….

[Tiyoe] : Ampuuun pak *ngibrit ngumpet*, salam kenal juga pak.. :)

Agung

Bagi yg mengerti persaudaraan dalam islam jika 1 saudara muslim di ujung dunia disakiti maka seluruh dunia menjadi lahan jihad. Jika kamu takut mati maka janganlah dekat2 dengan tempat aktivitas para pembuat teror sebelumnya. AMERICA IS THE REAL TERORIS ON WORLD!

JIHAD MUST GO ON AND NO ENDING!

Yanti

Bener! Ini adalah bentuk perlawanan dari org2 lemah atas arogansi negara besar. Aku salut ama mereka. Mereka tiada rasa takut walau taruhanannya nyawa dan target kemenangan belum ada terbersit di benaknya saat ini.
SELAMAT BERJUANG MUJAHID2 PILIHAN ALLAH..

tiyoe

@Agung dan Yanti : Terus terang saya sangat prihatin dengan saudara2 saya yg di Palestine, walaupun tak seberapa Alhamdulillah saya masih bisa memberikan sedikit sumbangan dari kocek seorang Mahasiswa biasa, terus terang saya hanya bisa memberi bantuan materi dan bukan minta dikirim buat perang (kalo anda mau ya silahkan perang disana, kalo saya tidak mau jangan salahkan saya).
Saya menyatakan TERORIS Telah SALAH karena membomb yang sangat tidak beralasan dan TIDAK PENTING di Indonesia, saya sempat tersenyum saat anda menulis “janganlah dekat2 dengan tempat aktivitas para pembuat teror sebelumnya”, apakah yang dimaksud disini adalah Jakarta juga? kalo iya anda juga harus hati2 lho kalo sedang ke Jakarta.

Kalo mau ngebom di tel aviv sih silahkan, itu sih kalo teroris itu berani, jangan negara sendiri yang jadi korban, ah jangan jawab tulisan ini kalo anda belum pernah diajari Pancasila, dan jangan pernah anda menjawab “Pancasila itu tidak penting” jika saat ini kamu tinggal di negara bernama Indonesia, semoga anda menjawab tulisan ini.terimakasih atas komentarnya.

fathurrohim

bismillah..
operasi bom syahid memang tidak usah dicontoh.
tapi jihad memerangi semua yg non muslim sampai mereka mengucapkan syahadatain atau membayar pajak terhadap kholifah memang wajib.
dan karena sedang tidak ada khalifah maka kita harus jihad untuk mendirikan khilafah.
jadi marilah kita berjuang untuk mendirikannya.
jangan mau berdamai dg orang kafir.
waallahu a’lam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>