Arsip di BAB ‘Rectoverso’

Rectoverso – Cara dia Terbang Rendah

Wednesday, December 9th, 2009

burung camar_2

Suara Halilintar, Cahaya Lilin, dan Dingin tetes embun
Disana ada satu karakter perasaan yang sama
Dikala hujan turun dan malam yang meremang
Dan Badai Samudra Hindia yang menderu
Hey… Apakah kau rasakan detak ini teman…?
Derap ketakutan di delay kedipan kilat yang menyeruak
Getar-getar ini seperti yang dirasakan Gajah Mada saat dia mengenal Pitaloka
Bening dua bintik itu mengisyarat dia telah bertutur panjang
Membawa pesan-pesan tak bertuan yang tak tentu sampainya
Aku tidak tahu, tapi aku merasa salah jika merasa tidak tahu
Mataku terpejam berusaha untuk memikirkan
Tetapi tidak, aku terpejam berusaha melupakan
Di sana ada episode cerita usang yang akan segera ku hapus dari pikiran
Satu detik ceritanya mampu melumpuhkan konsentrasiku lebih dari tujuh hari
Aku tak berani menyebut namanya…
Karena aku selalu tidak yakin pernah mengenalnya -> Finished 11 Mei 2009

(more…)

Mendadak sebar dgn siteous..!!

Rectoverso – Sahabat Kecil

Thursday, November 19th, 2009

Hujan

Hari ini hujan,
Disudut sebuah kantor berdinding kaca tebal ini, kujinjing payung yang tadi siang diberikan Ega, wanita karir pekerja kantoran yang hari ini katanya lembur mengerjakan sisa tumpukan kerjanya,
“Pakai saja payung ini Dev!, ntar gue dijemput sama Lexa” suruhnya seperti tanpa beban, dia juga tak menatapku, sama sekali tidak.

Maka jangan salahkan aku jika payung ini sekarang ku bawa, pikirku dalam hati.

Jika kau lihat hujan, kau pasti melihat daun yang basah dan berangguk-angguk karena guyuran hujan, lebih beruntung sekali jika kau melihat bunga Desember yang mengembang lebih awal dari deadlinenya, sejak SMA banyak teman bilang November adalah bulan yang romantis, tapi itu kata mereka, tak kurasakan sedikitpun romantis di bulan penuh pekerjaan ini.

Namaku Deva, seorang cowok desa yang belajar mencari duit di kota besar sekelas Jakarta, kota yang sewaktu kecil dibenakku selalu terfikir sebagai kotanya orang kaya, ya anak orang kaya, anak-anak yang selalu diajak belanja orang tunya di supermarket sambil bermain mandi bola, permainan yang menjadi obsesiku sejak kecil yang hingga kini belum pernah sekalipun ku mencobanya, kau tahu apa artinya obsesi, biarpun sederhana banyak rasa kesal jika tak kunjung kita mendapatkannya. (more…)

Mendadak sebar dgn siteous..!!

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline