Dia Telah Memberi Pelajaran
Kemarin (3 Maret 2009) saya sedang melewati Solo saat mau pergi ke rumah temen di Gemolong Sragen saya berhenti di sebuah bangjo (bangjo itu letaknya bangjo Manahan ke utara), masih cukup pagi saat itu, sambil menunggu down timer lampu merah yang masih cukup lama kulihat sebuah motor berhenti di pinggiran jalan dengan pembonceng seorang wanita setengah baya, mungkin dia adalah istrinya, di sela-sela antara stang dan jok motor itu terdapat plastik besar semi transparan terlihat di dalamnya banyak sekali bungkusan-bungkusan, saat wanita itu turun dan segera mengambil beberapa dari isi plastik itu dan memberikannya kepada anak jalanan, beberapa tukang becak disitu juga dapat, wajah mereka berseri-seri, ibu itu juga terlihat melambaikan tangan pada anak-anak jalanan yang masih pada mengamen di tengah jalan, terlihat mulutnya berbunyi “sini…sini…ada makanan nih…” dan anak-anak jalanan itu seakan lupa akan upah mengamennya dan berjingkat-jingkat menuju kearah yang memberi panggilan, sepertinya mereka telah terbiasa, aku terpana melihatnya, terenyuh dan berfikir “Ya Tuhan mulia sekali sifat Bapak da Ibu ini”, mereka hanya memakai sepeda motor Supra X yang terlihat cukup butut, dia sederhana tapi dia kaya akan sebuah arti kepedulian, kejadian ini seolah menjadi inspirasi yang maha dahsyat bagiku.
Dia telah berdiri
Coba berlari
Tak pernah dia jelang
Hidup yang inginkan
Kilau hari-hari
Dan birunya langit
Terhapus rasa indah
Terpejam oleh lelah
Dalam lelahnya mata
Nikmat dunia menjelma
Sejenak dia berharap
Malam tanpa batas
Bunda s’lalu tanamkan
Jangan pernah menyerah
Jalani dan panjatkan
Kelak syukur kau ucapkan pada diri Nya
Kumohonkan
Mudahkan hidupnya hiasi dengan belai Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentari Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka
(Sheila on 7 – Lihat, Dengar, Rasakan)
No Comments
« Hari ini : Adi Soemarmo pindah ke Terminal Baru | Home | Renungan dari sebuah Renungan Malam »
