Filosofi Pintu

“Trying to figure out this life, won’t you take me by the hand? Take me somewhere new, I don’t know who you are but I, I’m with you” ~Avril Lavigne~

 

Pernahkah kita berfikir bahwa hidup ini adalah tentang pintu? sekarang apa yang dihadapanmu? laptop? sahabat? orang tua? hewan kesayanganmu? coba diam, perhatikan mereka… kapan pertama kali kamu melihat / bertemu dengannya atau memilikinya? sahabat yang ada di depan kamu itu? tablet pc yang kamu genggam itu? mungkinkah dia bisa disebut pintu? ah mengada-ada aja, itu kan benda teknologi, itu kan sahabat saya, ngapain disamakan dengan pintu…

 

 

Sore ini kamu sedang berada di lift, ada orang lain di dalam lift yang tak pernah kamu kenal, mungkin tidak jika satu tahun dari sekarang dia adalah sahabat dekatmu? orang yang kamu temui di parkiran, di dalam busway, ya sangat mungkin kawan! jika kamu pernah bertemu barang sekali mungkin suatu saat nanti kalian akan saling mengenal dan menjadi sahabat, jika dipikir-pikir, dulu kalian cool dan tak pernah menyapa, tapi ini seperti tiada hari tanpa recokin, unik ya, bagaimana sebuah takdir membuat dimensi seseorang yang sebelumnya tidak saling terhubung menjadi sebuah simpul-simpul ketersalingan yang menarik.

 

Tak disangka orang yang pernah berpapasan denganmu di dalam lift dan tak saling menyapa, yang satu tahun kemudian ternyata menjadi sohib baikmu, nah setengah tahun setelah kalian berkenalan dan bersahabat akrab dia mengenalkan kepadamu dengan 2 orang, yang satu kakak tingkatnya yang sukses berbisnis, yang satunya adik tingkatnya yang hmm cantik, 3 tahun kemudian kamu berhasil menjadi manajer di perusahaan dimana dimiliki oleh kakak tingkat yang dikenalkan temanmu yang berpapasan di lift tadi, di meja kantormu ada foto istrimu yang cantik, dimana dia adalah adik tingkat yang juga sahabat teman akrabmu itu.

 

Sudah bisa menangkap arti ‘pintu’ itu? ya seseorang yang berpapasan di lift dan kalian tidak saling sapa itu pada akhirnya menjadi salah satu pintu pembuka masa depanmu, tablet yang ada di tanganmu ini pun juga, sangat mungkin kan kamu dikontak headhunter yang email kamu dan minta balasan secepatnya dan akhirnya kamu bisa jadi pemimpin di sebuah perusahaan. coba kalau di tanganmu tidak ada tablet atau smartphone, lewat sudah kesempatan itu kecuali kamu nongkrongin PC setiap saat, kucing kesayanganmu itu kamu potret dan upload, eh tiba-tiba ada fotografer yang tertarik untuk memotret kucingmu dengan tarif selangit, jadi yang kini ada di hadapanmu itu adalah pintu.

 

Nah sekarang menuju ke penerapannya, kembali ke prinsip saya ‘tak ada manusia yang tak galau, hanya mengelolanya saja yang berbeda’, coba direnungkan, energi dari galau itu sesungguhnya sangat-sangat besar, ada lho orang galau yang bisa seharian nggak lapar, ada juga yang beberapa hari malah tak tidur, ada yang berani naik ke menara sutet, coba dia nggak galau mana berani dia manjat gituan setinggi itu dan bayangan resiko tersengat listrik, nah jika kamu galau karena ditolak atau putus, berprasangka baiklah bahwa dia adalah pintu, pintu yang membuatmu introspeksi, belajar menjadi lebih baik, bertekad untuk berprestasi agar bisa dibanggakan, dan perbaikan-perbaikan itu bisa jadi membuatmu menemukan yang lebih baik, apakah mungkin? kalau saya sih berprasangka baik saja bahwa kemungkinan itu ada, seperti bahasanya Ahmad Dhani, menangislah jika memang harus menangis, karena menangis itu manusiawi, berteriaklah di atas bukit karena berteriak itu melepaskan beban (dan mungkin membuat beban baru), tapi setelah itu bangkit lagi, mumpung energi ini besar.

 

Catatan ini naif memang, tapi paling tidak ini akan mengobati galaumu kawan, saya pun juga akan membacanya lagi suatu saat nanti.

 

Jadi sekarang keluarlah, lihat seseorang di titik terjauh pandanganmu, bisa jadi dia akan menjadi sahabat dekatmu 2 tahun dari sekarang dan akan membuka pintu-pintu lainnya, itu sangat mungkin jika takdir telah mencatatnya.

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>