Karya Pelangi Rewind

Blueprint final Karya Pelangi

Blueprint final Karya Pelangi

Sesungguhnya Karya Pelangi adalah sebuah percikan ide sederhana yang disampaikan dengan sederhana pula, namun semua meyakini bahwa kalaupun nantinya dieksekusi, tetap harus dikerjakan secara serius dan profesional, Karya Pelangi bagi Anis sang ketua mungkin merupakan cita-citanya diantara beberapa cita-cita yang ingin diraih, merupakan sebuah obsesi, sedangkan bagi penerbit ini adalah bak gayung bersambut, masih ingat di pikiran, ketika saya menyampaikan gagasan menulis buku tentang Tunarungu kepada teman-teman di Gerkatin Solo dan mereka mengaku tulisannya masih terbolak-balik, dan saat itu harus tertunda karena keterbatasan SDM yang mampu mengeditnya, dan ketika ide Karya Pelangi ini tersampaikan cukup mudah untuk segera disetujui, karena sesungguhnya Selaksa bukan hanya penerbit komersial namun kita juga menanamkan manfaat dan inspirasi pada buku-buku yang kami produksi.

Tak lama kemudian beberapa pertemuan dilakukan utamanya untuk mematangkan ketentuan kompetisi, hal ini berkaitan dengan target halaman buku 300 halaman, ditambah konsep buku serta beberapa alternatif skenario, yakni berwarna ataukah cukup grayscale, sehingga terkadang kami harus bawa beberapa contoh buku, saya pun juga beberapa kali harus ke TB. Gramedia untuk cari-cari referensi, sehingga konsep diputuskan untuk dicetak warna, dan warna berganti setiap babnya, serta buku bolak-balik, sehingga tiada cover belakang, semuanya ada di depan.

Karya Pelangi dummie edisi warna

Karya Pelangi dummie edisi warna

Jelang kompetisi dibuka, beberapa materi publikasi disiapkan, ada mbak Sofi yang riweuh mempersiapkan urusan ini, ada official page (landing), selain poster, dibuat juga video, di video itu ada mas Muhammad Isnael dari Gerkatin Solo, mas Rully dari DVO, mas Pono dari Yayasan Talenta, beberapa perwakilan dari lembaga pendukung, Doni atlet wheelchair racing, serta Ovek Miss Deaf Indonesia, videopun diupload dan dishare sebagai materi publikasi, video itu pun secara viral sukses berputar di sosial media karena dishare semua panitia, lembaga pendukung, sosial media pendukung, serta diboost pula via fb ads.

Ketika masa kompetisi berjalan, semua wajib digenjot, semua lembaga pendukung dikerahkan untuk sosialisasi, sosial media pun bergerak, baik facebook serta twitter, terimakasih untuk mbak Sita yang rajin update sosmed KaryaPelangi setiap hari, dan maafkan saya yang tidak disiplin karena kadang rajin update kadang vakum update, serta facebook ads untuk boost informasi ini, dan poster dicetak dan disebar ke beberapa kota oleh sie publikasi dibantu oleh lembaga pendukung, namun dalam 3 hari pertama naskah belum juga masuk, saya pun kembali test inbox, jangan-jangan ini akun email nggak bisa terima email, iya email ini menggunakan mesin hotmail jadi mestinya tak ada masalah untuk terima file segede gaban sekalipun, dan ketika ditest ternyata email tester masuk, bahkan saya sempat menguji mengirim file 25 MB dan sukses masuk, jadi harusnya tak ada masalah dengan sistem penerimaan naskah, kecuali ada yang kirim naskah lebih dari 25 MB, tak lama kemudian ada email kiriman pertama masuk, lega sekali melihatnya, seperti mencium bau hujan setelah kemarau lama hehe.

Karya Pelangi dummie edisi grayscale

Karya Pelangi dummie edisi grayscale

Sesungguhnya saya sendiri tidak berekspektasi berlebihan, dengan kemungkinan 25 tulisan masuk ke buku, maka bagi saya sendiri pengirim 50 tulisan saja cukuplah sebagai target, bahkan pada 10 juli (18 hari jelang deadline) belum ada 25 kiriman naskah, dan ketika ditanya redaksi selalu saya jawab apa adanya, karena di Karya Pelangi ini saya punya jabatan ganda yakni Penerbit sekaligus Panitia, jadi penerbit kalau tanya maka saya akan menjawab, tentunya saya berikan sedikit hiburan, dulu setiap saya ikut kompetisi nge-blog saya biasanya kirim di hari-hari akhir untuk menghindari plagiarism, jadi yang sabar ya, dan mereka tenang mendengarnya.

10 hari menjelang deadline publikasi harus lebih digenjot, itu ajakan bu ketua, instruksinya jelas, harus dibuat banner countdown yang berganti desain setiap harinya untuk digunakan cover photo facebook, dan juga poster, nah saat itu saya bikin desain untuk 2-3 hari ke depan, sisanya dikerjakan lain hari, saat itu saya juga sedang sering keluar kota untuk urusan penerbitan buku lain, sehingga tak jarang saya di restoran masih otak-atik photoshop untuk menyediakan banner X HARI LAGI, dan terimakasih untuk panitia dan peserta yang mau menshare setiap informasi yang kami buat, peserta juga tak segan menshare dengan resiko kompetitornya akan bertambah, tidak seperti saya, jika saya mengikuti kompetisi blog biasanya saya akan diam-diam dan nggak akan saya sebarkan ke siapapun, karena penulis-penulis hebat / blogger2 hebat itu ada di sekitar kita, duh saya egois sekali hehe.

Buku dummie paperback isi grayscale untuk bung Andy F. Noya

Buku dummie paperback isi grayscale untuk bung Andy F. Noya

Nah 3 hari jelang deadline itulah HP saya jarang diam, selalu ada bunyi email masuk dan kebanyakan adalah kiriman tulisan Karya Pelangi, bahkan pada malam jelang detik-detik penutupan, saya melihat dengan mata saya sendiri bahwa dalam satu detik masuk 4 kiriman tulisan, dan dalam 1 jam jelang 23:59 WIB masuk hampir 30 kiriman, saya juga melihat statistik di Google Analytics kunjungan meningkat tajam pada hari itu.

Kompetisi ditutup, saatnya merekap naskah, naskah masuk ternyata bukan cuma via email dan kiriman pos, tapi ada pula yang dikirim dalam bentuk tulisan tangan, luar biasa sekali membaca tulisan itu meski hanya resumenya saja, seksi naskah pun dikejar deadline ketat untuk segera menyiapkan keseluruhan naskah kepada dewan juri, tak disangka total ada 133 naskah masuk, bisa dibayangkan reweuhnya tim naskah yang hanya berdua menyiapkan naskahnya untuk juri, terimakasih mbak Diah, mbak Anisa dan mbak Septi yang berusaha menyelesaikan tepat waktu, proses penjurian ini berlangsung ketika masa cuti bersama lebaran, setelah lebaran usai panitia segera mempersiapkan pengumuman pemenang.

Malam penentuan pemenang, di Penerbit Selaksa

Malam penentuan pemenang, di Penerbit Selaksa

Akhirnya setelah melewati rapat malam di tengah suasana mati lampu di kantor penerbit, terimakasih untuk ibu Farida dan bu Rachmi yang mau bersedia menemani kami untuk memutuskan pemenangnya, 3 pemenang terputuskan, saya menerima catatan pemenangnya untuk diumumkan esok hari, ketika hari pengumuman itu pengunjung website meningkat tajam kembali.

Setelah mendapat 3 pemenang dan 25 tulisan dibukukan, naskah diserahkan ke penerbit, saat itu saya membuat dummie buku untuk dicetak secara POD karena akan digunakan oleh panitia untuk presentasi suatu hal, praktis jadilah dummie pertama dalam 2 versi yakni berwarna dan grayscale, ketika dummie jadi saya informasikan ke teman-teman redaksi kalau set yang saya buat menghasilkan 430 halaman apakah mungkin bisa menjadi 300 halaman nanti? dan setelah dirapatkan akhirnya kami legowo saja tentang berapa halaman buku ini nanti jadi.

Ketika proses setting, setter membuatnya dalam 2 warna (black dan pink), dia berasumsi di percetakan cukup dibuat 2 warna yang berbeda untuk pembeda warna dan nanti bagian montage percetakan yang akan menyesuaikan, namun karena mesin cetak yang dipakai berbeda maka bagian montage percetakan meminta warna sebaiknya disamakan dengan warna yang diinginkan, maka setterpun merubah kembali, ketika diserahkan kembali ternyata ada kesalahan hitung pembagian warna sehingga tidak sesuai dengan kelipatan jumlah halaman yang bisa dicetak oleh mesin, saat itu setter tidak reweuh sendiri, editor pun tak kalah ribet karena harus menyunat beberapa bagian tulisan sehingga bisa optimal menggunakan mesin, setelah beres maka percetakan segera membuat blueprint, kita yang di penerbit telah merasa lega, beberapa hari kemudian ketika blueprint diterima penerbit, saya melihat ada yang tidak beres, blueprint belum bolak-balik seperti konsep yang diinginkan, maka saat itu setter dan editor harus kejar-kejaran merubahnya karena jadwal yang semakin ketat, terimakasih untuk Pak Ali dan mas Woko yang mau melayani setiap permintaan revisi dari saya, terimakasih untuk pak Windeka, mbak El, serta mas Bari  dari bagian percetakan yang senantiasa sabar menghadapi klien rewel macam saya, terimakasih pula untuk semua penulis tamu dan penulis endorsment yang ada di dalam buku, Angkie, Kang Nass, Mbak Deassylawati, serta pak Ciptono.

Cover pun tak luput dari beberapa revisi, karena sudah jarang duduk satu meja untuk berdiskusi, ditambah desainer pun juga tak pernah bertemu muka, semua dibicarakan secara mobile, pernah suatu pagi saya minta temen fotografer, satu teman tuna daksa, dan satu orang dari penerbit Selaksa untuk take foto yang saat itu rencananya bisa dipakai untuk cover, lokasinya di Yayasan Talenta, pagi-pagi sekali jam 6, saya mengaturnya via telepon dari sebuah bis yang saat itu sedang melintas di tol Cikampek, meski hasilnya cuma muncul di endsheet buku ini, saya tetap merasa perlu banyak berterimakasih untuk sahabatku Dimas, Mas Pono, dan Sugeng yang mau pagi-pagi saya repotkan, apapun itu kalian punya andil untuk Karya Pelangi.

Cover masih belum deal, setiap saya terima update langsung saya forward ke teman-teman redaksi dan marketing, beberapa kali ada revisi bahkan permintaan desain baru, terimakasih sekali untuk mas Alib Isa yang sudah mau direpotkan untuk desain covernya, hingga total ada 5 desain cover, akhirnya dipilih 2 untuk cover depan dan belakang, terimakasih pula untuk semua nama yang terpampang di cover buku ini, Bu Tika Biesono, Pak Sabar Gorky dan mbak Angkie Yudistia.

Bahkan ada yang pagi-pagi sudah di mal buat menata stage ini.

Bahkan ada yang pagi-pagi sudah di mal buat menata stage ini.

Sesungguhnya saya kurang begitu tahu seperti apa ribetnya untuk acara launching, karena saat itu saya tak pernah hadir rapat lagi, namun saya berfikir pasti disana pun tak kalah ribetnya, bahkan sangat ribet, ada mbak Maya dan Lala yang sepertinya begitu menikmati menjadi seksi acara, sie sponsorship seperti mas Galih dan teman-teman yang pastinya juga tak kenal lelah wira-wiri menghubungi calon sponsor, untuk itu saya juga merasa perlu menyebut sponsor-sponsor hebat yang mau mendukung kita, terimakasih Roti Ganep, Solo Grand Mall (terimakasih mas Abi udah beli bukukita), Solo radio, Rumah Batik Adibusana, Gradient dan mas Bias, Chempored, Jago promosindo, dan USDS, wira-wiri itu pasti, telpon sana-sini itu pasti, terimakasih atas usaha keras kalian, saya sendiri cukup untuk mendesain materi publikasi acara launching yang saat itu hanya berupa pamflet, maka saya sedikit heran jika akhirnya desain saya itu bisa diotak-atik jadi x-banner bahkan backdrop, terimakasih untuk yang sudah mengotak-atiknya.

Terimakasih untuk bu Tika Biesono, yang mau menemui saya yang berbasah-basah kehujanan pakai sendal jepit pula, terimakasih atas sambutannya yang akrab dan ramah, ingin suatu hari nanti mampir kesana lagi, bercerita tentang cita-cita perpustakaan Pelangi yang kemarin kita ceritakan itu.

Sorenya saya kembali ke tugas saya sebagai orang penerbit, saya kejar waktu untuk memasukkan Karya Pelangi ke Gramedia, serta Gunung Agung pada keesokan harinya, dengan harapan buku bisa terdistribusi dengan baik ke semua wilayah, juga berkunjung ke kantor kutukutubuku.com untuk bisa menjalankan program donasi perpustakaan Pelangi seperti yang ada di eraintermedia.com dan deal, jadi teman2 boleh juga tuh beli di kutukutubuku.com, tapi mulai besok, hari ini sedang kirim materi bukunya hehe, terimakasih untuk adik-adik magang yang bersedia membantu menyelesaikan berkas-berkas administrasi pengiriman Gramedia dari pagi hingga sore, menunggui printer dot matriks yang berisik itu, terimakasih juga telah membantu menyusun lembaran-lembaran dokumen order yang saya selalu menekankan untuk urut dan urut agar tidak tercecer, terimakasih untuk Faik serta Sugeng yang packing barang berkardus-kardus untuk dikirim ke toko buku, mbak Dwi yang bersedia overtime untuk mengecek buku satu persatu, saya selalu cinta dengan keluarga kecil Penerbit Selaksa ini, terimakasih teman-temanku.

Dan saat launching itulah akhirnya saya bisa bertemu dengan penulis-penulis di buku ini, ada mbak Nilla, berdiskusi dengan pak Win, mbak Winda Aulia Saad, berkesempatan berjumpa dengan Pak Sabar Gorky yang biasanya hanya saya lihat di tivi, betapa kompaknya teman-teman Gerkatin dan DVO menyanyikan lagu Indonesia Raya menggunakan Bisindo, dan pak Daniel sosok pembalas email misterius yang ternyata datang seorang diri jauh-jauh dari Bekasi, terimakasih pak sudah datang, mas Jaka Balung yang mengerjakan lukisan yang dibuat menggunakan Microsoft Word dalam tenggat waktu singkat, keren sekali suer saya surprise, dan masih banyak lagi yang tidak dapat saya sebut satu persatu, saat itu suasana terasa sangat inklusif, terimakasih atas atmosfer ini, trimakasih atas keriuhannya, keramaiannya, dll.

Terimakasih pak Walikota Solo pak Rudy, perwakilan Kemensos RI, juga Pak Ronny yang telah sudi hadir dalam acara launching buku ini, terimakasih untuk YCHI, terimakasih untuk semua lembaga pendukung, Gerkatin Solo, Mas Rully dari DVO yang senantiasa membantu setiap urusan publikasi, pak Koko Prabu dari IDCC atas segala upaya dan dukungannya, Akademi Berbagi, ILMPI, Kartunet, dan PMOI, kalian semua luar biasa, karya Pelangi adalah masterpiece dari semua yang terlibat, maaf tidak bisa disebut-satu persatu disini.

Dan terakhir terimakasih untuk semua panitia, kalian telah berusaha yang terbaik, kalian telah banyak bekerja di belakang layar, wajah kalian tak selalu nampak namun hasilnya bisa dirasakan, Semenjak terbitnya buku ini, ini baru awal, masih banyak pekerjaan nyata untuk mengkarya Pelangikan Indonesia, semoga akan ada lagi #KaryaPelangi jilid 2, bukan selalu kita yang mengerjakannya, mungkin adik-adik kita suatu saat nanti, Aamiin.

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>