Man Tsabata Nabata

Pagi itu saya sedang mewawancarai seseorang anonim, dia orang hebat, dia orang ikhlas luar biasa, dia adalah pejuang tangguh, selebihnya dia tidak ingin publik mengetahui identitasnya, kecuali orang-orang tertentu saja, namun berprasangka baiklah pada dia sekali lagi saya ingin mengatakan dia orang baik, barangkali kamu pernah membaca tulisan-tulisannya, membaca bagaimana postingan pada blog yang dia kelola bisa menggenerate hingga seratus komentar dalam 6 jam, hmm dia luar biasa sekali, dia tak pernah belajar formal dalam membuat sebuah blog / site, tapi sejam sebelum saya bertatap muka dengan dia, saya cukup gugup karena saya akan menemui seseorang pengelola website sendirian yang menghasilkan pageview 200.000 – 500.000 dalam sehari, dan memiliki ranking di alexa dibawah angka 240 (untuk website di Indonesia), dan saya sadar betul dia tidak suka terlalu dipuji seperti ini.

man tsabata

sangat penting jika passion kita sudah ‘disini’, maka kita perlu strunggle, kita harus konsisten, tabah dan tangguh dalam mengelolanya, dan benar ketika kita konsisten, berjuang, tabah dan tangguh pelan tapi pasti rintisan ini akan tumbuh

Sayang sekali saya tidak ingin lebih jauh mengorek tentang profil orang tersebut dalam tulisan ini, saya hanya ingin menulis tentang ‘Man Tsabata Nabata’ barangkali semboyan ini terdengar mirip dengan “Man Jadda Wajada” sebuah semboyan yang akhir-akhir ini kian menggema di publik Indonesia sejak buku dan film Negeri 5 Menara rilis, saya mendengar kalimat ‘Man Tsabata Nabata’ pertama kali dari tokoh anonim yang saya ceritakan di atas, ketika dia menyebut kalimat itu saya sontak memotong cerita dia, “Apa barusan?” tanyaku, dia jawab “Man Tsabata Nabata?” dia membetulkan posisi duduknya, nampak sekali dia semakin antusias dengan pembicaraan ini meski sesungguhnya cara bicaranya selalu antusias, dia menjelaskan kalimat ini artinya kurang lebih adalah ‘siapa yang tangguh, dia akan tumbuh’, dia pun bercerita bahwa mengelola blog itu harus tangguh, apalagi jika blog itu bersifat rujukan update informasi, sangat penting jika passion kita sudah ‘disini’, maka kita perlu strunggle, kita harus konsisten, tabah dan tangguh dalam mengelolanya, dan benar ketika kita konsisten, berjuang, tabah dan tangguh pelan tapi pasti rintisan ini akan tumbuh, bisa jadi jatuh bangun, bisa jadi sempat mati suri, tapi konsistensi dan ketangguhan dalam mempelajari kesalahan sebelumnya maka apa yang kamu rintis ini InsyaAllah akan tumbuh, Teken (Alat untuk berjalan) – Tekun (Rajin) – Tekan (Sampai) itu adalah falsafah jawa yang kurang lebih maknanya sama, imbuhnya.

Dia melanjutkan ceritanya ke pembahasan yang lain, tapi entah ini berlebihan atau tidak, saya langsung catat kata-kata itu di note HP dan melewatkan cerita-cerita dia selanjutnya, dalam perjalanan pulang saya bertanya dengan rekan yang kebetulan beliau adalah Ustadz, pak ini ejaannya yang betul gimana? ternyata tulisan saya sudah betul, dalam perjalanan otak saya seperti ada ‘mainan’ baru, ada semangat luar biasa yang mendadak keluar, ingin rasanya menempel tulisan ini di pintu-pintu ruang kerja kami, di awal-awal meeting, bahkan ketika kami beryel-yel dalam memulai sebuah project, ingin rasanya arti kalimat ini kami resapi dalam-dalam, bahwa merintis memang tidak selalu mudah tapi jika tangguh maka akan tumbuh.

Biarlah kalimat sederhana ini nanti menjadi trigger, bahwa kami akan tangguh ke depan nanti InsyaAllah, merintis sebuah industri penerbitan buku bernama ‘Selaksa’ yang buku perdananya akan terbit pertengahan Juni mendatang, semoga nama ini akan tumbuh seiring waktu, mohon doa restunya ya teman-teman. Man Tsabata Nabata!

sumber foto : http://blogsangpemenang.blogspot.com/2012/07/tips-memiliki-semangat-hidup.html

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

4 Comments

Zippy

Wah, penasaran dengan akun anonim siapa yang dimaksud :D
Keren ya 6 jam aja udah ratusan komen gitu :D
Btw, ditunggu usaha penerbit bukunya. Moga laris manis ya mas dipasaran :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>