Membeli Ketenangan

sebenarnya hanya kita yang paling tahu atas apa yang paling menentramkan kita

Dan pada akhirnya saya menemukan pelajaran berharga, bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu sungguh sangat sederhana, meski demikian kesederhanaan itu tidak selamanya mudah untuk dikondisikan.
Sering kita mendengar bahwa uang bukan segalanya, namun dengan uang kita bisa lebih bahagia. kata-kata itu sungguh benar, namun demikian uang adalah nilai yang sangat relatif, dan sering kali kita menerjemahkannya semakin banyak uang maka kita semakin bahagia, mungkin logika tersebut memang benar, namun sayangnya di kehidupan luar sana logika itu tak selalu terjadi, semakin banyak uang bisa membuat keinginan materi juga naik, lantas ada yang lupa bersyukur, sehingga dalam hidupnya selalu dikejar dengan ketidak cukupan, itu tidak salah, namun menurutku itu tidak menarik.

 

Bukankah lebih asik kita giat bekerja, giat berkompetisi, karena memang kita menyukai pekerjaannya? kita menyukai tantangannya? kita belajar berbisnis karena kita bisa menikmati setiap langkah perjuangannya? bukankah setiap rupiah yang kita terima itu seperti sebuah air yang mencair dari sebuah oase di tengah gurun? Sehingga ketika rupiah terlambat mengucur kita justru semakin giat menggali sumbernya.
Suatu hari saya dihadapkan dengan dua keluarga yang rumahnya berdampingan, dua keluarga yang nampaknya berbeda karakter, rumah sebelah kiri nampak gagah, dari pagarnya saja sudah nampak bahwa rumah ini adalah simbol prestise bagi pemiliknya, mobilnya sering berganti, progresnya bagus, semakin hari mobilnya pun semakin wah sehingga penghuni rumah sebelah kanan sering memujinya dengan sangat ramah, setiap dipuji penghuni rumah kiri selalu menjawab “besok ada acara keluarga bu, masa nggak kelihatan ada progres kemajuan mobil” jawabnya bangga, penghuni rumah kanan pun juga nampak bahagia mendengarnya.

 

Rumah sebelah kanan nampak biasa aja, pagarnya pun biasa saja, tidak jelek namun juga tidak nampak wah, hanya bunga-bunga yang nampak terawat yang disirami penghuninya setiap pagi, ada mobil cukup bagus, namun entah kenapa sepertinya tidak pernah ganti dengan yang terbaru, kurang tahu apakah karena memang ekonominya pas-pasan sehingga tidak menjangkau gaya hidup rumah sebelahnya.
Tidak ada yang suram dari kedua rumah itu, kedua penghuninya nampak selalu berseri, seolah saling memberi kode bahwa keluarga mereka adalah yang paling bahagia. Setelah ditelusur ternyata suami rumah kiri dan kanan sama-sama sebagai manager di sebuah perusahaan yang sama, itulah mengapa sering kali kedua suami sering nampak ngobrol bersama bahkan pulang kantor bersama, hmm harusnya upah dari keduanya juga kurang lebih sama bukan?

 

Tapi suatu ketika, kedua suami ini pulang kantor bersama, mereka mengalami kecelakaan dan keduanya sama-sama kritis di rumah sakit yang sama, dari sinilah mulai nampak perbedaannya, meski sama-sama sedih, istri rumah kiri nampak memunculkan kepanikannya, biaya rumah sakit yang sangat mahal dan beban pendidikan sang anak membuatnya bingung, tabungan keluarga nampaknya tidak cukup sehingga dia berfikir untuk menjual barang-barang berharganya termasuk mobil yang ternyata belum cukup untuk membiayai biaya operasi suaminya, sedangkan istri rumah kanan meski sedih nampaknya dia cukup tenang, tadi ada petugas dari perusahaan asuransi yang telah menemuinya dan menyampaikan bahwa semua akan baik-baik saja.

 

Ternyata keluarga sederhana itu telah membayar ketenangannya dengan memilih mengikuti asuransi, paket yang dipilihnya tidak murah namun keluarga itu tak pernah merasa berat dalam membayarnya, mereka menyadari bahwa mereka ingin memiliki keluarga yang tenteram, mereka menyadari bahwa hidup ada resiko, dan resiko itu tak serta merta selalu mudah dihadapi, dan keluarga ini memilih jalan asuransi sebagai bagian dari ketentraman mereka.

 

Saya bukan marketing perusahaan asuransi, namun disini bisa dipetik pelajaran bahwa terkadang kemewahan itu tak selalu dari hal-hal fisik yang bisa dilihat mata, ketenangan terhadap resiko hidup pun juga salah satu bentuk kemewahan itu, ah sebenarnya hanya kita yang paling tahu atas apa yang paling menentramkan kita, berdasarkan sifat dan karakter kita, cara pandang orang tidak pernah sama cara pandang kita, dan yang terbaik adalah kita harus percaya diri dengan apa yang kita cari dan bukan karena apa yang orang lain katakan.

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>