Memoirs of a Geisha Surprise

Jika bicara tentang film tentulah sangat subyektif buat menilainya, karena selera film orang berbeda-beda, tapi minimal mereka biasanya membandingkan dalam 3 hal : Penggarapan, Cerita, dan Penokohan. Sama seperti saya yang tiba-tiba jatuh hati pada sebuah film, “Memoirs of a Geisha (2005)”, saya sewa film ini hanya sebagai komplit-komplit, saya meminjamnya di rental 3 minggu yang lalu, dan ngendon di harddisk sejak saat itu tanpa saya penasaran untuk mencoba menge-play-nya.

Beberapa malam yang lalu saya akhirnya menonton film itu, belum pernah saya baca spoiler dan resensinya, membaca box VCDnya pun belum, bahkan genrenya saja juga belum tahu, dengan ekspektasi nol bahkan saya meyakini mungkin nanti saya ngantuk dan ketiduran, tapi ternyata itu tidak terjadi.

Memoirs of a Geisha adalah sebuah film berlatar belakang Jepang di era 20-30-an, era dimana Geisha (yang asli) masih ada, Chiyo (Sayuri Kecil) terpaksa dijual orang tuanya untuk menjadi pelayan di sebuah rumah Geisha, Chiyo kecil tidak ada yang memduga bahwa nantinya dia akan menjadi Seorang Geisha agung yang paling terkenal se Kyoto, kecuali ‘Ketua’ Pemilik perusahaan Elektrik yang merubah arah pandangnya terhadap masa depan.

Memoirs of a GeishaFilm ini menjelaskan Eksotika Jepang di masa Lampu yang luar biasa, Wajah Gadis timur memang luar biasa, ini yang membuat saya senantiasa betah untuk menyaksikan film ini, dimata saya yang tidak bisa membedakan gadis China-Jepang, Wajah Oriental Zhang Ziyi ternyata pantas untuk memerankan gadis Nippon di film ini.

Indonesia

Jika kita percaya kalau eksotika nusantara tak kalah dengan Jepang mungkin ada benarnya, saya masih penasaran seperti apa sih cantiknya Dyah Pitaloka (Kerajaan Galuh) yang dicintai Hayam Wuruk (Majapahit) itu? yang justru bunuh diri karena rombongannya dihabisi Gajah Mada di lapangan Bubat, yang menjadi sejarah panjang hingga sekarang. Seperti apa sih Gunadharma yang sang arsitektur Borobudur itu? Seperti apa sih Sri Rakai Pikatan yang mendirikan Candi Siwa di Prambanan.

Atau mungkin sekedar memfilmkan ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ buatan Ahmad Tohari tahun 80-an, yang memiliki kemiripan cerita dengan ‘Memoirs of a Geisha’.

Sentimen

Memoirs of a Geisha bukanlah film yang tanpa cela, kehadiran Ziyi sang tokoh utama yang berdarah China menghadirkan kontroversi di kalangan Jepang, ini mungkin saja terjadi jika film kita nanti dibintangi oleh aktor Malaysia hehehe, piss….!!!

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

24 Comments

julie

aku belom pernah nonton filem ini tri tapi memang katanya bagus

btw aku suka lho it must have been love roxette :D

'Ne

saya malah baca novelnya juga hehehe..
emang bagus dari segi cerita juga kok :-D
bener, saya juga ingin menikmati film dengan tokoh2 dalam kerajaan di Indonesia dulu..

Yos Beda

Zhang Ziyi memang cantik,,
tapi gadis impian gue dunia akhirat tetap zhao wei :malu
dan klo yg paling hot ya si tante gong li (yg di situ jd Hatsumomo)
lihat aj film dia yg ma chow yun fat itu, seksiiii cuuy :))
judulnya lupa tapi,, pake golden flower.. gtu klo g salah inget

senny

sebenernya kalo kita lihat indonesia juga ga kalah eksotis sih, cuma kurang dilirik aja :D

advertiyha

belum pernah nonton…:(
tapi pas baca reviewnya disini, kok jadi pengen nonton nih pilem, masih ada gak ya DVDnya?? hihihi

presyl

kayaknya seru juga tuh ya klo kerajaan indonesia jaman dulu dibikin film juga.

btw, belum nonton memoirs of geisha. jadi kepengen nonton

niee

wah, aku udah pernah neh nonton filmnya,
malah punya kopiannya *ngebajak ceritanya* hehehe..
filmnya emang bagus,, menggambarkan secara lumayan detail tentang geisha jaman itu :)

yos

pada nyadar ngga kenapa yg komen cewek semua??
karena yg punya blog, blogwalkingnya ke blog cewek2 saja,, xxixixixi
pissss kun! :)

MENONE

kapan ya sejarah2 bangsa kita di film-kan dengan teknologi kayak dek barat… pasti bs bgt ya sob

salam persahbatan dr MENONE

Kaget

Pengennya sih pilem2 kita punya tekno maju kayak di barat sono. Walaupun ceritanya zaman dulu, tapi efek membuat leih bagus ceritanya

mida

Saya ingat satu pelajaran yang diperoleh Sayuridi film ini: taklukkan pria dengan satu lirikan mata, hihihi… :D

Mudah-mudahan suatu saat ada film-maker yang bisa menggarap kisah sejarah Indonesia menjadi sebuah tontonan indah…

3sna

saya lebih setuju kalau cerita kerajaan indonesia jaman dahulu difilmkan oleh hollywood… kenapa musti hollywood? soalnya sound efek dan teknologi mereka udah canggih… jadi ceritanya bisa go international…

fifian

kenapa dulu pake zhang zi yi, dulu pernah baca2 kalo apanya di produksi memoirs of geisha itu gak suka sama cara ngomongnya aktris jepang, udah audisiin orang gak ada yang bisa ngomong bing dengan bagus pasti pada ngeyel sama aksennya jepang. makanya make aktris china, terus zhang waktu itu gak bisa ngomong bing, di hina2 sama sutradara, gara2 itu zhang akhirnya les singkat, dan hebatnya dia langsung fasih, terus akhirnya zhang dipake deh, dan aku lebih suka sama zhang zi yi

devikirei88

ak pengen banget ngambil judul skripsi tentang flm geisha, ada yg bisa bantu gakk ??? please help me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>