Merencanakan Keuangan Untuk Pendidikan Anak Kelak

Sedikit bercerita tentang ayah saya, seseorang yang sangat sederhana, namun sangat cermat dalam berhitung tentang investasi, salah satu keputusannya adalah membeli beberapa petak tanah yang 32 tahun yang lalu masih sangat murah di kampung saya di Wonogiri, karena berinvestasi dengan membeli tanah, beliau tidak perlu pusing memikirkan inflasi, yang beliau ketahui adalah harga tanah akan selalu naik dari tahun ke tahun, bahkan dalam kondisi didiamkan sekalipun.

“Targetmu adalah pendidikan anak kamu harus lebih tinggi dari pendidikanmu”

Hingga saat kakak-kakak saya dan saya sendiri memasuki bangku sekolah hingga kuliah, beliau sekuat tenaga mencukupi kebutuhan pendidikan kami, pada akhirnya beliau Pensiun kerja ketika saya kelas 3 SMP, hingga saat saya lulus SMA beliau masih cukup bisa membiayai biaya sekolah saya yang merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara dari tabungan dan dana pensiun, namun ketika saya masuk kuliah beliau harus menjual 1 petak tanah untuk membiayai kuliah saya, agak sayang memang, namun beliau bilang bahwa semua ini sudah beliau rencanakan sejak saya masih kecil, yang mencengangkan ternyata mestinya tanah itu sudah dijual ketika saya SMA tapi ketika saya SMA finansial beliau masih cukup mampu akhirnya tanah itu ditunda dijual meski akhirnya terjual saat saya memasuki meja kuliah, bagi saya pribadi, perencanaan ayah saya ini memanglah cukup sederhana, namun cukup ampuh dalam melawan arus inflasi dan kenaikan biaya sekolah dari tahun ke tahun.

 

Dan kini saya sudah bekerja, sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak lagi menjadi beban orang tua dan mulai mempersiapkan masa depan saya sendiri sampai ke jika nanti berkeluarga, merencanakan keuangan masa depan, dan tentu juga merencanakan finansial pendidikan untuk sang buah hati kelak. Gara-gara sering berinteraksi dengan temen kantor yang sudah menikah dan punya anak, ternyata kebanyakan dari mereka sudah mulai merencanakan pendidikan anak sejak awal dengan layanan Perencanaan Finansial Pendidikan Anak, saat itu mindset saya layanan perbankan tentang Perencanaan Finansial Pendidikan Anak yang promosikan oleh bank hanyalah program yang mengada-ada, hanya demi menambah variasi produk perbankan, tapi karena teman kantor ternyata banyak yang menggunakan layanan semacam ini maka saya tergelitik untuk mempelajari layanan Perencanaan Finansial Pendidikan Anak lebih jauh di internet.

Saya tahu biaya pendidikan akan selalu naik, ditambah pula laju inflasi di Indonesia, tapi saya lebih kaget ketika sebuah konsultan keuangan di Jakarta memperkirakan biaya pendidikan rata-rata naik 20%, berarti jika biaya kuliah sekarang Rp. 2 juta per semester, angkatan tahun berikutnya sudah Rp. 2,4 juta per semester, itu baru satu tahun berarti 10 tahun ke depan angkanya bisa mencapai Rp. 12.383.473 per semester, belum lagi ditambah laju inflasi Indonesia sejak Oktober 2010 hingga Mei 2012 berada di kisaran 3,5 hingga 7%.

“Keselamatan diri kita sendiri mungkin selalu kita tempuh resikonya, tapi dia tidak ingin pendidikan anak menjadi taruhan atas resiko itu”

Ayah saya pernah berpesan, “Targetmu adalah pendidikan anak kamu harus lebih tinggi dari pendidikanmu”. Benar memang anak dipersiapkan untuk zaman yang jauh berbeda dengan masa kita saat ini, dan salah satu caranya adalah mengakomodasi kebutuhan pendidikannya baik formal maupun informal, saat saya tanya kepada teman saya tentang alasan mengapa menggunakan layanan Perencanaan Finansial Pendidikan Anak? dia menjawab dengan sederhana sekali, “Keselamatan diri kita sendiri mungkin selalu kita tempuh resikonya, tapi dia tidak ingin pendidikan anak menjadi taruhan atas resiko itu”, wow sudah sejauh itu dia merencanakan pendidikan sang anak.

Penasaran saya mulai browsing informasi di internet, mempelajari berbagai macam layanan Perencanaan Finansial Pendidikan Anak ini, karena saya adalah nasabah BCA dan sangat nyaman menabung di bank ini karena berbagai kemudahan transaksi-nya, maka saya teliti dulu layanan bank ini adakah solusi perbankan tentang Perencanaan Finansial Pendidikan Anak, untunglah website BCA baru dan informasi yang terkandung sangat lengkap, dengan mudah saya menemukan informasi bahwa BCA memiliki referensi terpercaya tentang Layanan ini, dijelaskan pula informasi singkat tapi jelas tentang pentingnya layanan ini, ternyata layanan ini juga memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi nasabah dan anaknya, seperti prinsip teman saya tadi, tetap ada yang menjamin pendidikan anak pada saat nasabah cacat hingga tidak berpenghasilan bahkan meninggal dunia, semoga dengan layanan ini saya bisa lebih mudah mendesain rencana masa depan, untuk keluarga dan anak-anak saya kelak, memproteksi jika ada hambatan yang tak terduga meski saya berharap itu tidak terjadi, tentunya semua akan terasa nyaman ketika semua telah diamankan dan merasakan kebebasan finansial seperti yang direncanakan.

I’m winning BCA Blog Competition by this post, Alhamdulillah

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

56 Comments

kredit tanpa agunan

strategi yang bagus mas, apalagi untuk mempersiapkan pendidikan anak kelak. langsung dibaca suamiku, trus dia bilang “kita pakai strategi ini” keren mas. salam kenal mas
-widie-

Kartu Tri AON

Benar sekali, saya setuju dnegan slogan ini “targetmu adalah pendidikan anak kamu harus lebih tinggi dari pendidikanmu, ” dan saya sudah mengaplikasikannya untuk orang tua saya. Kadang saya juga ragu untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkatan tertinggi, kepikiran nanti akankah keturunan saya bisa melebihi itu semua.

Obyek Wisata Gunungkidul

Pendidikan anak memang harus disiapkan jauh-jauh hari karena biaya pendidikan tidak sebanding dengan peningkatan nilai nominal uang dan pendapatan sebagai seorang karyawan.

Aneka Tips Ringan

Perencanaan yang matang tentu akan menghasilkan kematangan pula. Pendidikan adalah investasi, demikian juga anak-anak. Dua komponen yang saling melengkapi investasi kita di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>