Merunut Jejak Karya Pelangi

Suatu detik saya sempat terdiam, sebuah detik ketika panitia Karya Pelangi berfoto-foto bersama usai acara launching digelar, paling tidak beban di pundak mereka mulai berkurang, launching ini seperti sebuah puncak dari proses pembukuan Karya Pelangi, meski saya meyakini bahwa visi kami tidak hanya berhenti disini, saat ini saya mulai fokus pada tanggung jawab saya sendiri, bagaimana cara menghabiskan 3.000 eksemplar buku ini, saya sendiri sudah sangat berterimakasih dengan kerja keras segenap panitia, dan sebagai seksi wira-wiri dan sana-sini penerbit Selaksa saya mulai memilih bertumpu dengan kemampuan sendiri.

Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana agar semangat ini tetap terjaga, tumpuan pertama saya langsung tertuju ke panitia, maka dari itu disadari atau tidak beberapa kali saya ingin menjaga agar panitia tetap bersemangat menyebarkan visi Karya Pelangi ini, salah satunya dengan tidak mengecewakan /mempersulit mereka, itu saja, karena saya merasa energi saya akan terus terjaga jika melihat keceriaan dan semangat mereka, itu pula yang saya sampaikan ke teman-teman marketing, meski mereka tahu Karya Pelangi ada di pundak saya, namun mereka punya banyak sekali membantu dalam proses menyebarkan buku ini, utamanya ke jaringan toko di daerah2 yang tidak saya capai.

Bagi saya sendiri, Karya Pelangi adalah sebuah proyek idealis, sebuah rencana lama yang kini baru terlaksana (baca : Karya Pelangi Flashback), konsep ini lolos dengan mudah di redaksi, namun melalui diskusi panjang di meja marketing, karena idealisme atas visi penerbit dan keberanian akhirnya Penerbit Selaksa ini meyakinkan diri untuk menerbitkan buku ini, maka dalam perjalanannya saya dibuat belajar banyak, menerima banyak kritik dan saran, disinilah ilmu yang telah lama dipelajari mau tidak mau harus dikeluarkan.

Ketika buku terbit dan beredar, saya mulai mengaktifkan kembali akun twitter Karya Pelangi, meski jujur ada modus marketing disini, saya menjalankannya dengan beberapa saran yang saya pelajari dari beberapa orang yang saya anggap senior, utamanya ketika menjadi admin kamu akan menjadi orang lain, menyapa beberapa penulis, panitia, dan lembaga pendukung, berinteraksi dengan asik disana, dan akhirnya diantara kami saling bersahut-sahutan berbicara tentang Karya Pelangi dan terkadang pembicaraan melebar ke pembahasan yang lebih luas.

Saya mulai merasakan atmosfer kekeluargaan, saya merasakan semangat serta keikhlasan mereka, dan sejak saat itu saya seperti diingatkan, bahwa ini adalah sebuah keluarga yang mungkin suatu saat nanti akan menjadi besar, saya menjadi agak lupa jualan, rasanya menjaga silaturahmi dengan mereka dan membuka gagasan-gagasan baru untuk Karya Pelangi ke depan akan lebih menarik, saya jadi baca-baca tentang Myasthenia Gravis, Polio, Skoliosis dan beberapa lainnya, dan suatu saat nanti akan berbagi informasi mengenai hal-hal tersebut jika saya sudah cukup paham.

Dulu saya sempat sedikit cemas, akankah buku ini nantinya akan memuaskan, bahkan apakah vandel itu nanti akan cukup dihargai, meski saya tahu teman-teman redaksi sudah bekerja maksimal, saya termasuk orang yang suka deg-degan mendengar reaksi penulis/pembaca/pembeli atas kemasan buku tersebut tapi ketika mendengar feedback para penulis di baik di twitter maupun facebook, saya tak menyangka bahwa sambutan mereka sedemikian baik, penghargaan mereka atas buku ini kadang diluar ekspektasi saya pribadi, bahkan terhadap vandelnya sekalipun, mereka bersedia memfotonya dan menshare, bahkan mau menulis beberapa ulasan untuk buku ini, terima kasih, kadang tahukah mereka betapa bahagianya saya setiap membaca ulasan-ulasan mereka di blog/kompasiana/facebook dll, seperti kemarin saya bahkan harus menahan sabar ketika mau membuka sebuah tulisan tentang Karya Pelangi di blog tapi sinyal internet sangat lamban, terimakasih telah memposting di blog, mungkin yang dia lakukan hanya hal sederhana, tapi itu hebat bagi saya.

Semoga nanti akan muncul Karya Pelangi – Karya Pelangi selanjutnya, untuk saya yang notabene dari penerbit, membuat sekuel itu mudah jika buku pertamanya laris, tentu tulisan ini tak bisa dihindarkan dari kesan promosi buku, ditambah pula background saya yang juga marketing buku ini, bahkan saya menekan buku ini agar secepatnya terjual sehingga bisa masuk dalam kategori buku laris, seperti yang saya sampaikan ke panitia di akhir launching, jika buku cetakan pertama ini habis dalam waktu maksimal 4 bulan, Selaksa akan membuat Karya Pelangi #2.

Namun bagi saya, menekan harga buku ini menjadi kian terjangkau, dan menganggarkan biaya promosi yang cenderung lebih besar dari buku lain, menjadi bukti bahwa kami tidak semata-mata bekerja untuk hal komersial, tapi salah satu upaya agar inspirasi Karya Pelangi ini lekas tersebar, terimakasih telah meneyebarkan informasi ini, terimakasih telah membeli buku ini, dan terimakasih telah membacanya.

Baca tulisan dari kakak-kakak penulis #KaryaPelangi berikut :

Running Campaign / Karya Pelangi – Mie Ayam

Written by triunt

Nama lengkap saya Tri Untoro, passionate in E-Commerce @ IDpasar Network, pecinta wisata, travel writer teori, dan aktif sebagai admin travelbuck.net (Bahasa Indonesia), serta sedang dalam proses merintis berdagang secara daring di IDbuku.com, IDbatik.com, & IDhijab.com Keep in Touch : Facebook | Twitter | LinkedIn

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>