[Serial Anak Kost] Hari pertama masuk kost (bag.1)

kost
Hari itu masih di seputaran bulan kemerdekaan tahun 2006, setelah rencana kuliah di Itenas (Waktu itu belum ada saudara dekat tinggal di Bandung) dan Amikom Jogja (gara-gara Nyokap takut ada gempa lagi) terhenti tanpa restu, kuputuskan kuliah di Solo aja, disinilah cerita ini di mulai, disana aku mengenal PSU (pelatihan super unggul) dan PPM (Penggalian Potensi Mahasiswa), kehidupan segera berubah, dari timing ke Solo sebulan sekali kini menjadi setiap hari, hingga seperti rencana kuputuskan untuk kost, kost yang masih sama sekali baru dan mungkin kamilah, Tio, Bimo, Cuplis, dan Yudi yang akan menjadi tangan pertamanya, pemiliknya adalah seorang Ustad yang sudah sangat berumur bernama Pak Mursid, yang bertempat tinggal di sebelah pekarangan kos-kosan ini, di tembok kos ini tertempel jelas sebuah tata peraturan dari juragan kost pemula ini, masih sangat kaku, dibawahnya dengan sangat jelas terlihat logo, logo kost kami, dengan embel-embel nama dibawahnya, KosKITA, nama yang diberikan untuk kost kami ini, itulah sedikit gambaran seperti apa dan bagaimana kami memulai cerita kami, yang suatu saat detik-detik ini tak akan pernah kami lupakan.

Dan seperti biasa, diatara kami mulai jatuh pada cerita mengejar cewek-cewek yang baru kita kenal, saya menyebutnya monkeyloving Sindrom, semuanya di mulai saat PSU, saat dimana diantara kami saling bertemu wajah, saling memperkenalkan diri, dan yah saling menemukan identitas inceran kita, Tio mulai terlihat cari-cari perhatian pada cewek kelahiran kota susu, anak seorang teknisi komputer, cewek imut kecil ini sangat menarik, bahkan di perjalanan pulang dari Solo untuk ke rumah saja dia cuman ngecipris aja tentang sosok cewek idolanya tadi saat dibonceng sama Bimo yang emang kebetulan satu kota rumahnya, Bimo juga tak luput dari sindrom yang sama, cuma gara-gara disuruh sama Tio buat buat cari pinjeman bolpen, Bimo sukses berkenalan dengan cewek yang duduk di sebelahnya, cewek ini juga manis, wajahnya kayak cewek keturunan cina, putih dan yaah begitulah si Bimo kadang bicaranya emang dilebih-lebihkan biar terasa manteb.

“Eh, lo punya bolpen dobel enggak? temen gue gak bawa bolpen tuh”, begitulah first kalimat perkenalan Bimo sama cewek idolanya tadi, dan seperti teori biarkan kereta berlalu, gerbong pertanyaan berikutnya akan segera melibas, Nama kamu siapa? rumah kamu dimana? hmm, dah punya cowok ya? dari SMA mana? dan bla-bla-bla, sampe mereka gak nyadar behwa sepotong bolpen belum juga nyampe di tangan Tio yang bengong sendirian.

Cuplis, sahabat terkecil dari kita berempat, dia terlalu pendiam dan tidak jelas juga aktifitasnya, yang aneh setiap malam dia pasti smsin Tio, bercanda lewat sms, ngomongin orang dan ahh, si Tio sempet curiga kalo nih cowok homo kali ya, dan sebelum pikiran yang berkecamuk di otak Tio tertumpahkan, akhirnya dia membuka misteri yang memupuskan kecurigaan Tio, ternyata dia juga naksir sama cewek yang diincer Bimo, sapa lagi kalo bukan cewek bertampang Indo itu, dan dia yah mengalah aja saat tau cewek yang diincernya dah diincer sama Bimo yang notabene berpostur kekar ini, ya tetntu aja jika mereka single berkelahi tentu akan tidak seimbang.

Dan yang terakhir Yudi, karakternya sangat menonjol dari kelihaiannya berkomunikasi dengan generasi tua, makanya jika kita berurusan dengan orang tua, dialah senjatanya, dia juga tak liput dari Monkeyloving Sindrom, cewek cantik asal Tasikmalaya Jabar ini sangat mempesonanya, dia kalo ngomong pake bahasa Indonesia, Bimo sering tersenyum saat menyaksikan Yudi mengobrol sama cewek ini dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, logat jawanya super medok. (to be continued)

Written by Arsip

4 Comments

nurannisaa7

wahhh gua ngakak baca:
“seorang Ustad yang sudah sangat berumur bernama Pak Mursid”

keknya ini fiktif deh, sengaja memasukkan mursid dalam cerita,
keliatan banget dari karakter yang ditonjolkan ‘sudah sangat berumur’,
mirip banget kan ma Setyo Mursid??

hehehe

*kabbbuuuurrrr*

Rapha

Hufh..cuplis?plg kcil pndiem.dan aktvtsny g jelas y?

tiyoe

Salam kenal juga pelangituaku
mari berkerabat….
kost tuh enak lagi…BEBAS…haha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>