Tulisan menyangkut ‘buku’

Mendadak Akhirnya Terbeli

Monday, February 8th, 2010
buku Marketing Revolution

biar kagak hoax nih asli gue foto berdua

Fuhh, si item lega juga akhirnya sang juragan datang juga buat mengupdatenya, iya sekarang mau kasih lihat buku yang kemarin gue beli (bc : pamer). ceritanya sudah lama gue punya buku, lebih tepatnya minta buku judulnya FINANCIAL REVOLUTION, awalnya gue sama sekali tidak tertarik, toh kelihatannya bukunya serius banget, tapi akhirnya gue bawa pulang, itu terjadi satu tahun yang lalu, buku tulisan orang Solo yang bernama Tung Desem Waringin/TDW (kenalkan kalian dengan beliau?), waktu mendapat buku itu gue langsung ISENG membacanya, sedikit kasih tahu ceritanya : (more…)

Internet sebagai pelampiasan Cinta

Wednesday, June 3rd, 2009

katakan cinta
Cinta oh Cinta, kayak apa sih bentuknya, warnanya, baunya, kalo rasanya mah tiap hari bakal berbeda-beda, ada yang ngeblog sebagai media curhat, ada puisi puisi indah disana, ada juga facebook sebagai situs jaringan sosial dan microbloging yang dengan sangat gampang merubah-rubah status yang penuh kata-kata cinta hingga teman-temannya akan pura-pura kasih komentar dari yang basa-basi hingga yang tulus, yang lebih pinter kalo lagi patah hati ada aja pelampiasan, website resmi sebuah pemerintahan juga dideface dan dimasukin puisi-puisi berharap akan ada yang mendengar jeritan tangisan hatinya. dan memang begitulah adanya. (more…)

Cerita Tentang Filem dan Buku

Saturday, February 2nd, 2008

Cerita tentang film semasa SMA gak ada habisnya, sampe setiap kali tayang film, dibela-belain cabut ke Solo cuman biar gak ketinggalan premiernya, Inget-inget nonton film, film pertama yang saya tonton di bioskop adalah The Day After Tomorrow Film karya Roland Emmerich, iya saat itu hujan-hujan nekad sama temen-temen buat nonton premiernya, saat itu di Solo hanya ada Singosaren, SGM tuh masih dibangun saat itu, inget banget saat itu film Indonesia yang booming adalah Eiffel I’m in Love versi first release (Bukan yang extended),

setelah nonton film dari sutradara the Independent Day dan yang terbaru 10.000BC itu saya mulai suka nonton di bioskop, film kedua yang saya tonton adalah Catatan Ahir Sekolah, saat itu waktu kenaikan ke kelas tiga, film CAS adalah film Indonesia pertama yang menjadi favorit saya, bahkan saya pernah punya 3 duplikat filmnya dulu, rekor menonton gak perlu ditanya, tar malah kaget, film ini adalah sumber inspirasi saya untuk ngebuat film dokumenter waktu SMA dulu, sayang mimpi itu gagal digarap, gara-gara gak ada yang bisa ngedit, selanjutnya saya mulai sering nonton film bareng temen-temen ke Solo, modalnya nekad dan uang saku yang ditabung cuman buat nonton sama nonkrong di HIKnya pak Brewok di daerah manahan yang mahalnya kayak pake dolar, berangkatnya kadang naek mobil temen2 kadang-kadang pake sedan mulus yang ACnya adem bener hah, kadang naik mobil plethuk. Sewaktu masuk kuliah ternyata semua itu bukannya berkembang malah hobbi itu hilang, salah satu penyebabnya ternyata tidak ada yang suka film Indonesia seperti waktu SMA dulu, tak ada lagi yang ngebanggain Hanung Bramantyo dan Ody C Harahap, gak ada lagi yang ngebanding-bandingin Salman Aristo dan Jujur Prananto, dan saat saya buka mulut soal film Indonesia ternyata malah diketawain temen-temen, sejak saat itu saya berubah pelan-pelan, meski sebenarnya saya masih menyukai film Indonesia tapi saya sudah jarang bercerita lagi tentang film.

Cerita tentang buku, dulu saya gak bisa dipisahin dengan yang namanya buku, dari komik seri tokoh dunia, Conan, Kindaichi, Kungfu Boy, Kungfu Komang, Slam Dunk, Air Jordan, Doraemon, Kariage Kun(Sukaannya Dewi Lestari), Jing ‘The Bandits series’ , itu adalah bacaan saya semasa SMP kelas satu dan dua, menginjak kelas tiga saya suka novel, lupus, lulu, lupus kecil, vanya, dan hampir semuanya telah saya baca, soalnya saya punya daftar katalognya dulu, yang sudah saya baca saya lingkari, Masuk SMA saya mulai menyukai novel teenlit, ada dealova(Dyan Nuranindya ), Pondok Cinta (Liestyo Soewito), dan beberapa karya novel Dewasa Mira W dan Ghoosebump, Ghoosebuster. tapi setelah kuliah semua itu serasa hilang sudah, alasannya seperti film, mereka bilang ini lucu, dan akupun terdoktrin ini lucu. dan berhentilah hobi itu.

Aku butuh dukungan, karena kini aku mulai sadar, hanya dengan gengsi semata suatu keberhasilan hanya akan menjadi mimpi.
TeeU, bangkitlah jangan hanya jadi korban Gengsi, Jangan Hanya Jadi Korban Mode, Jangan Hanya jadi korban Ikut-ikut.
Idealis itu tidak lucu TeeU, PERCAYALAH.
Saat ini gagal 100 kali tidak mengapa,tapi jadikanlah keberhasilanmu yang pertama sanggup menutup keseratus kegagalanmu.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline