Tulisan menyangkut ‘Jowo’

Solo, Jika Si Kecil Mulai Bangun dan Berdiri

Sunday, May 3rd, 2009

image002

Solo, mereka bilang kota ini pecahan dari kerajaan Mataram Islam bernama Surakarta Hadiningrat, karakter masyarakatnya jauh berbeda dengan masyarakat kerajaan saudaranya Jogjakarta Hadiningrat, dimasa lampau penduduk Solo cenderung tertutup dan nerimo sedangkan Jogja adalah kota yang sangat menentang penindasan Belanda dan mungkin keadaan itu berbeda dengan akhir-akhir ini (saat reformasi melanda Indonesia) Solo menjadi kota yang sangat mudah diprovokasi sedangkan Jogja adem ayem patuh pada kebijakan Sultan (Gubernur), mengikuti berkembangannya disaat sakit, tidur dan bangun Solo merupakan calon kota besar tanpa euphoria (more…)

Singkatan Ala Wong Jowo

Saturday, December 20th, 2008

JAWA MODE ON:

Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku untuk
tag line suatu daerah.

Solo Berseri, Jogja Berhati Nyaman, Temanggung Bersenyum, Cilacap Bercahaya,
semuanya adalah singkatan. Juga untuk menyebut suatu kawasan, yang katanya
akan
menjadi suatu kawasan yang unggul dan berkembang.

Bermula dari Jabotabek, eh sekarang Jabodetabek.
Muncul pula Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya ,
Sidoarjo, Lamongan),
Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen),
Pawonsari Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo,
Purworejo),
atau Joglosemar (Jogja Solo Semarang).

Beruntung tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo Yogya,
disingkat menjadi Semar Loyo.
Mungkin di masa mendatang akan muncul juga Dibalang Sendal (Purwodadi,
Batang, Pemalang, Semarang , Kendal),
atau Kasur Bosok (Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten).
Asal jangan Susu Mbokde (Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura,
Delanggu)
atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap)

Anak-anak muda Jogja tidak kalah kreatifnya untuk ikut-ikutan menyingkat
nama tempat.
Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza , atau Jakal (Jalan Kaliurang),
Jamal (Jalan Magelang).
Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di
Depazter alias Depan Pasar Terban.

Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai
Paris(Parangtritis),
atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem),
bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman).

Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak pernah
menolak untuk dimintai tolong?
Berarti sampeyan layak menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem
Ora Tau Nolak.
Atau kalau sampeyan pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan
omongan sampeyan
yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau sampeyan dipanggil
sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose Banter.

Tak tambahi sisan,..malah kalau sampeyan neng Njowo, jangan kaget kalau
tukang asongan di terminal atau
di stasiun suka bilang Men Susu Men Thol Men Thol ,.. maksudnya lagi nawarin
Permen Susu Permen Menthol siapa
mau beli,.

Atawa,.. kalau yang suka guyonan dulu, pernah inget…..tebakan “apa bedanya
Susu Indomilk dengan Susu Cap Nona,.”
katanya,.kalau Susu Indomilk,..itu Susu kental manis,… tapi kalau Susu Cap
Nona,..adalah Susu kental-kentul !!!

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline